Menghitung Kecepatan Cahaya Dengan Acuan Al-Qur'an

Diposting oleh burning bunny Jumat, 07 Mei 2010

agan sekalian pasti udah pada tau kan mbah Einstein tentang postulatnya yang bilang tentang kecepatan cahaya.,kali ini ane bkal ngekelasin dengan jelas bagaimana ternyata Al-Qur'an juga punya postulat kaya Einstein tentunya dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar

Di mata awam, postulat Einstein ini memunculkan banyak keanehan. Misalnya, sejak dulu logika kita berpendapat bahwa jika kita bergerak dengan kecepatan v1 di atas kendaraan yang berkecepatan v2, kecepatan total kita terhadap pengamat yang diam adalah v1 + v2. Tetapi, menurut Einstein, cara penghitungan tersebut salah karena dapat mengakibatkan munculnya kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Oleh karena itu, menurut Einstein, formula penjumlahan kecepatan yang benar adalah sebagai berikut:

v = (v1 +v2) / (1+(v1 x v2 / c² )) >>>(sori agak fisika dikit gan)


Sinodik dan Siderial


Dalam menghitung gerakan benda langit, digunakan dua sistem yaitu Sinodik dan Siderial. Sistem Sinodik didasarkan pada gerakan semu Bulan dan Matahari dilihat dari Bumi. Sistem ini menjadi dasar perhitungan kalender Hijriyah di mana satu bulan = 29,53509 hari.

Sistem Siderial didasarkan pada gerakan relatif Bulan dan Matahari dilihat dari bintang jauh (pusat semesta). Sistem ini hanya memperhitungkan satu bulan = 27,321661 hari.

Ada dua tipe kecepatan bulan :

1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan rumus berikut:

ve = 2 π R / T (rumus dasar fisika gan)

R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km
T = periode revolusi bulan = 27,321661 hari = 2360591,51 detik

Ve = (2 * 3,14159 * 384264 km) / 2360591,51 detik
Ve = 1,022794443 km/detik

2. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan. Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan kecepatan yang pertama dengan cosinus α, sehingga:

V = Ve Cos α

dimana α adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal = (27,321661/365,25636) x 360° = 26.92847829°

Sinyal dari Al Qur’an

[spoiler=ayat] Dia-lah (Allah) yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya tempat bagi perjalanan bulan itu, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). (QS. Yunus [10] : 5). [/spoiler]

Dan Dia-lah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS. Al Anbiyaa [21] : 33).

Dari ayat-ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jarak yang dicapai “sang urusan” selama satu hari adalah sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1.000 tahun atau 12.000 bulan.

dan kemudian muncullah seorang Dr. Mansour Hassab Elnaby yang beliau ini dengan rela dan ikhlas menghitung relativitas menurut Al-Qur'an.,dan beginilah perhitungan beliau:
Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang bisa dilihat dengan mata. Cahaya juga merupakan dasar ukuran meter: 1 meter adalah jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299,792,458 detik. Kecepatan cahaya adalah 299,792,458 meter per detik.

Dengan menggunakan rumus sederhana tentang kecepatan, kita mendapatkan persamaan sebagai berikut:

C . t = 12000 . L

C = kecepatan sang urusan
t = waktu selama satu hari (kala rotasi bumi) = 23 jam 56 menit 4.1 detik = 86164,1 detik
L = jarak yang ditempuh bulan dalam satu kali revolusi = V . T

C . t = 12000 . V . T

ingat bahwa V = Ve Cos α, sehingga:

C . t = 12000 .Ve Cos α . T

C = (12000 . 1,022794443 . cos 26,92847829° . 2360591,51) / 86164,1

C = 299792,5 km/detik

Hasil hitungan yang diperoleh oleh Dr. Mansour Hassab Elnaby ternyata sangat mirip dengan hasil hitungan lembaga lain yang menggunakan peralatan sangat canggih. Berikut hasilnya :

Nilai C hasil perhitungan C = 299.792,5 km/detik

US National Bureau of Standard C = 299792.4574 + 0.0011 km/detik

British National Physical Labs C = 299792.4590 + 0.0008 km/detik

General Conf on Measures: 1 m = jarak cahaya selama 1/299792458 detik

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an adalah bukti lain bahwa Al Qur’an adalah Kitab Suci. Perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta C hasil pengukuran selama ini dan juga mnunjukkan kebenaran Al Qur’an sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah Allah Sang pencipta alam semesta.

ini fotonya beliau:




sebelumnya maaf kalau saya pake bahasa kaskus hhhe.,soalnye sebelum ane posting di blog udah saya postingin duluan di kaskus.

0 komentar

Posting Komentar